Home » » Keong macan

Keong macan

Karta Jaya | 1/10/2011 | 0 komentar |
Lautan Biru (Januari 2011), Klasifikasi Babylonia spirata (Dance, 1977) adalah filum Moluska, kelas Gastropoda, Subkelas Prosobranchia, ordo neogastropoda, super family muricoidea, family Buccinidae, genus babylonia, spesies Babylonia spirata L.
Morfologi
Tubuh keongmacan terdiri atas empat bagian utama, yaitu kepala, kaki, isi perut dan mantel. Pada kepala terdapat 2 mata, 2 tentakel, sebuah mulut dan sebuah siphon. Mantel merupakan arsitek pembentuk struktur cangkang dan pola warnanya (Yulianda,  1999). Kepala keong macan memiliki radula. Kaki keong macan berukuran besar dan berbentuk pipih, berfungsi untuk menyerap dan amelekat. Keong macan mengalami torsi, yaitu peristiwa dimana cangkang berta tubuh di belakang kepala memutar 180o berlawan dengan arah jarum jam. Tubuh di belakang kepala terdiri atas visceral, mantel dan rongga mantel. Peristiwa ini dimulai pada waktu stadia veligar sampai kepala dan kaki kembali lagi pada posisi semula (Dharma, 1988)

Suwignyo et al 1977 menyebutkan bahwa bagian cangkang keong macan yang tertua adalah apex. Letrak apex berada dipuncak, berbentuk kerucurt dan berjumlah satu buah. Sumbu kerucut disebut dengan columella. Gelung terbesar disebut body whorl dan gelung-gelung di atasnya disebut spire. Diantara bibir dalam dan gelung besar terdapat umbilicus berupa celah sempit dan dalam.

Cangkang gastropoda paling luar adalah periostrakum yang merupakan lapisan tipis yang terdiri atas bahan protein, seperti zat tanduk yang disebut concliolin atau conchin. Pada lapisan ini terdapat endapan pigmen beraneka warna yang menjadikan banyak cangknag dengan bercak-bercak merah atau garis-garis cerah. Periostrakum berfungsi untuk melindungi lapisan di bawahnya terhadpa erosi. Lapisan di bawah periostrakum terdiri atas kalisum karbonat yang juga menyusun cangkang moluska. Lapisan Kalsium karbonat terdiri atas tiga lapisan atau lebih. Bagian terluar adalah lapisan prismatic atau palisade, lapisan tengah atau camella, dan lapisan yang paling dalam atau lapisan nacre atau hypostracum (Suwignyo, et al 1977).

Sebagian struktur cangkang  terbuat ari kalsium karbonat yaitu skitar 89-99% dan sebagian lainnya fosfat 1-2%, bahan organik conchiolin dari air. Lap[ian nacreous yang mengkilap mengandung jauh lebih banyak conchiolin dibandingkan dengan lapisan perismatik (Dharma, 1988).

Ekologi
Gastropoda merupakan kelompok molska yang paling berhasil hidup di berbagai habitat, seperti di darat, air tawar dan yang terbanyak di air laut. Gastropoda yang hidup di dasar perairan disebut sebagai benthos dan sebagian kecil hidup di darat. Umumnya gastropoda hidup di permukaan dasar substrat dan menempel pada berbagai jenis substrat, seperti batu, batang atau akar pohon bakau, karang, pasir, lumpur atau enempel pada biota laut lainnya. Gastropoda juga memiliki kemampuan dalam substrat yang lunak, meskipun tidak dalam, yaitu hanyabeberapa melimeter. Keberhasilan mendiami berbagai habitat ini menunjukkan tingginya kemampuan adaptasi lingkungan hewan ini. Sekitar 55.000 spesie gastropoda menempati habitat yang tersebar dari pantai hingga laut dam. Sebagian besar gastropoda hidup di perairan laut dangkal (Yulianda, 1999)> Menurut Nybakken (1988), pemilihan habitat gastropoda bergantung pada ketersediaan makanan gastropoda yang berupa detritus dan makroalga dan kondisi lingkungan yang terlindungi massa air. Keong macan hidup pada dasar perairan bersubstrat pasir berlumpur dengan kedalaman 9-27 m (Shanmugaraj et al, 1994). Menurut Yulianda et al (2000), Habitat keong macan yang ditemukan di Palabuhanratu hidup pada dasar perairan yang berpasir dengan kedalaman 15-20 m.

Pada umumnya pergerakan siput gastropoda lambat dan bukan merupakan binatang yang berpindah-pindah. Ia berjalan derngan membuat gelombang penciutan pada kaki perutnya. Dengan gelombang penciutan ia dapat membuat sekitar 10 langkah serempak sehingga ia dapat meluncur (Dharma, 1988).

Babylonia spirata merupakan organism bentik yang hidup di dasar perairan. Habitatnya adalah dasar perairan bersubstrat pasir atau lumpur yang terl;etak di zona infralitoral (Sabelli, 1979).

Makanan dan cara makan
Ruppert dan Barnes (1991) menyatakan bahwa prosobranchia adalah kelompok hewan karnivor yang menghgunakan radula sebagai alat bantu makan. Radula pada prosobranchia mengalami berbagai modifikasi bentuk, antara lain berupa alat untuk memotong, memegang, mencabik dan membawa mangsa. Pola adaptasi yang biasa dijumpai pada prosobranchia karnivor adalah proboscis panjang yang digunbakan untuk mencapai dan menembus bagian tubuh mangsa yang mudah diserang.

Probosisi adalah bagian dari saluran pencernaan yang terdiri atas esophagus, buccal cavity dan radula. Probosis terletak di dalam kantung atau rongga proboscis. Saat makan, proboscis menjulur keluar dari kantung proboscis karena tekanan darah. Protein khas yang dikeluarkan oleh mangsa atau daging bangkai dideteksi oleh osphradium dan pencarian lokasi mangsa dilakukan dengan proboscis. Babylonia sp adalah jenis prosobranchia pemakan daging bangkai selektif atau dengan kata lain keong lebih menyukai daging bangkai segar sebagai bahan makanannya dibandingkan dengan daging bangkai yang telah membusuk.
Sebagian besar ordo Neogastropoda merupakan siput karnivor yang mempunyai cara pemangsaan yang berbeda-beda. Cara pertama adalah mangsa dideteksi dengan siphon dan ditangkap dengan menjulurkan probosis, setelah itu makanan dihancurkan dengan radula yang terdapat di bagian proboscis tersebut. Cara kedua siput mengebor mangsa lalu menggerus dan menghisapnya dengan radula. Babylonia spirata dari ordo Neogastropoda adalah gastropoda laut karnivor pemakana daging bangkai (Yulianda et al, 2000)

Rupert dan Barnes (1991) menyatakan bahwa Prosobranchia adalah kelompok hewan karnivbor yang menggunakan radula sebagai alat bantu makan. Radula pada Probobranchia mengalami berbagai bentuk modifikasi, antara lain berupa alat untuk memotong, memegang, mencabik dan membawa mangsa. Pola adaptasi yang iasa dijumpai pada Prosobranchia karnivor adalah proboscis panjang yang digunakan untuk mencapai dan menembus bagian tubuh mangsa yang mudah diserang.
Share this article :

Google+ Badge

 
Didukung oleh : Karta Jaya Web | TIPS untuk Blogger | TIPS dan TRIK BLOG
Copyright © 2010. LautanBiru.com
Note : Semua artikel yang ada dalam blog ini, semata-mata hanya untuk
dibagikan buat sobat blogger yang membutuhkan
Template blog telah dimodifikasi dengan perubahan tampilan yang ada.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Jika ada saran/kritik, silahkan kirim e-mail ke:
Kartajaya25@gmail.com atau karta.tambunan@ymail.com