Home » » KALASE

KALASE

KARTA JAYA | 12/29/2010 | 0 komentar |

Lautan Biru (Desember 2010), Kalase adalah sebutan umum untuk alat tangkap muroami di daerah Maluku. Alat ini ditujukan  untuk menangkap jenis-jenis ikan karang. Oleh karenanya, daerah operasi penangkapannya hanya dilakukan di perairan berkarang. Beberapa daerah yang dijadikan daerah penangkapan kalase adalah perairan Maluku, Kepulauan Seribu, dan Karimun Jawa.
Konstruksi
            Kalase terdiri atas 3 bagian utama, yaitu 1 sayap panjang, 1 sayap pendek dan jaring soma. Jaring sayap berbentuk 4 persegi panjang. Adapun jaring soma berbentuk balok yang terbuka pada bagian atas dan depannya. Pada bagian belakangnya terdapat kantong. Ilustrasi Kalase ketika dioperasikan diperlihatkan pada Gambar 6-1.
            Sayap pendek memiliki panjang 43,00 m dan dalam  2,30 m. Bahan pembuatnya adalah jaring multifilament polyamide (PA) 210 D/6 dengan ukuran mata 1,90 cm. Pada tali ris atas diikatkan pelampung yang terbuat dari karet sandal jepit. Sebagai pemberat digunakan beberapa potongan besi. Adapun sayap panjang memiliki ukuran 55,00×4,40 (m). Bahan pembentuknya sama dengan sayap pendek.
            Jaring soma tersusun atas jaring multifilament polyamide (PA) 210 D/6 dengan ukuran mata 1,27 cm. Pada sisi atas diikatkan pelampung Styrofoam berjumlah 71 buah. Sebagai pemberat digunakan batu. Sisi depan bawah jaring soma dilengkapi dengan 6 cincin yang terbuat dari timah. Cincin berfungsi sebagai tempat lewatnya tali kolor ketika dilakukan pengangkatan jaring. Panjang tali kolor sekitar 21,50 m, diameter 5 mm dan terbuat dari bahan polyethylene (PE) berdiameter
Gambar Kalase

 Operasi Penangkapan
            Kalase diletakkan di dasar perairan yang diperkirakan terdapat banyak ikan karang. Selanjutnya, nelayan berenang menggiring ikan ke arah soma. Terakhir, tali kolor ditarik ke atas perahu. Setelah kantong soma muncul ke permukaan air, ikan diciduk dengan serok. Operasi penangkapan dilanjutkan dengan menyusun jaring soma pada tempatnya kembali.
            Daerah operasi penangkapan ikan dengan kalase tidak selalu tetap, tetapi selalu berpindah. Pada saat suatu daerah penangkapan dianggap sudah tidak menghasilkan lagi, maka operasi penangkapan dipindahkan ke daerah penangkapan lain yang jaraknya sangat jauh.
Share this article :
 
Didukung oleh : Karta Jaya Web | TIPS untuk Blogger | TIPS dan TRIK BLOG
Copyright © 2010. LautanBiru.com
Note : Semua artikel yang ada dalam blog ini, semata-mata hanya untuk
dibagikan buat sobat blogger yang membutuhkan
Template blog telah dimodifikasi dengan perubahan tampilan yang ada.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Jika ada saran/kritik, silahkan kirim e-mail ke:
Kartajaya25@gmail.com atau karta.tambunan@ymail.com