Tampilkan postingan dengan label Pelabuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelabuhan. Tampilkan semua postingan

Sanitasi dan Higienis di Pelabuhan Perikanan

KARTA JAYA | 10/10/2012 | 0 komentar |

Sanitasi adalah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia. Sanitasi juga membantu mempertahankan lingkungan biologi sehingga polusi berkurang dan membantu melestarikan hubungan ekologi yang seimbang (Jenie, 1988 diacu dalam Faubany, 2008). Higienis secara umum menurut Johns (1991) adalah dasar dari suatu proses kebersihan. Kebersihan penting karena dapat mencegah bakteri yang timbul dari kondisi yang kotor.
Sanitasi yang baik dalam industri tidak hanya terletak pada kebersihan bahan baku, peralatan, ruangan dan pekerja tetapi juga dalam penanganan dan pembuangan limbah. Meskipun suatu industri menghasilkan produk bermutu tinggi tetapi jika cara pembuangan limbah di sekitar industri tersebut tidak ditangani dengan benar, maka akan dapat mengganggu dan merusak lingkungan hidup di sekitarnya. Begitu juga dengan pelabuhan perikanan (Liswati, 2000 diacu dalam Faubany, 2008).
Dalam pengembangan industri perikanan, pelabuhan perikanan merupakan bagian dari rantai produksi yang harus memenuhi persyaratan kelayakan dasar sanitasi dan higienis yang meliputi (Departemen Pertanian, 2002 diacu dalam Faubany, 2008): 
(1) Lokasi dan lingkungan
(2) Konstruksi bangunan
(3) Dinding, penerangan dan ventilasi 
(4) Saluran pembuangan
(5) Pasokan air dan bahan bakar 
(6) Es
(7) Penanganan limbah 
(8) Toilet
(9) Konstruksi dan pemeliharaan alat
(10) Peralatan untuk penanganan awal 
(11) Pembersihan dan sanitasi
(12) Kontrol sanitasi

Sanitasi secara umum mencakup berbagai aspek antara lain kesehatan, kebersihan dan kesimbangan lingkungan secara manajemen atau pengelolaannya. Sanitasi bertujuan untuk mencegah berbagai faktor yang menyebabkan timbulnya pencemaran bagi produk dan lingkungan.  Hasil yang diharapkan dengan dijalankannya program sanitasi di pelabuhan perikanan antara lain terciptanya lingkungan kerja yang bersih, mutu ikan yang tetap terjaga dan kebersihan para pelaku di pelabuhan perikanan. Seluruh kelayakan dasar sanitasi di pelabuhan perikanan harus dapat dipenuhi untuk memperbaiki kinerja dan operasional pelabuhan, apalagi bila pelabuhan tersebut memiliki wilayah distribusi yang luas dan kapasitasnya besar.

Penerapan Sanitasi dan Sumber-Sumber Pencemaran di Pelabuhan Perikanan
Pedoman umum yang digunakan dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) di Pelabuhan Perikanan atau Pangkalan Pendaratan Ikan adalah sebagai berikut (Menai, 2007 diacu dalam Faubany, 2008):
1) Lokasi, konstruksi dan tata ruang 
  • Bangunan tidak berada di tempat yang merupakan daerah pembuangan sampah, pemukiman padat      penduduk atau daerah lain yang dapat menimbulkan pencemaran
  • Bebas dari timbunan barang bekas yang tidak teratur
  • Bebas dari timbunan barang sisa atau sampah
  • Bebas dari tempat persembunyian atau perkembangbiakan serangga, binatang pengerat dan binatang pengganggu lainnya
  • Sistem saluran pembuangan air (drainase) dalam keadaan baik
  • Permukaan lantai rata, kedap air, tahan bahan kimia, tidak licin dan mudah dibersihkan
  • Pertemuan antara lantai dengan dinding melengkung dan kedap air 

2) Kebersihan dan sanitasi 
  •  Lantai, wadah peralatan dan sebagainya dibersihkan dan dicuci sebelum dan sesudah dipakai dengan menggunakan air yang mengandung chlorine
  • Peralatan kebersihan (sikat, sapu, alat semprot dan lain-lain) tersedia setiap saat bila diperlukan dan jumlahnya mencukupi 
  • Tempat pendaratan dan penyimpanan ikan terpelihara kebersihannya 
  • Tempat sampah terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, tahan karat, tidak bocor, jumlahnya cukup, mempunyai tutup dan ditempatkan pada tempat yang sesuai
  • Setiap orang yang memasuki TPI harus mencuci tangan dan kaki (sepatu) dengan mencelupkannya ke dalam bak berisi air yang mengandung chlorine
  • Tidak semua orang kecuali yang berkepentingan dapat masuk ke dalam TPI

Sumber pencemar (polutan) dapat berasal dari suatu lokasi tertentu (point source) atau tak tentu/tersebar (non-point/diffuse source). Pencemar yang berasal dari point source bersifat lokal. Efek yang ditimbulkan dapat ditentukan berdasarkan karakteristik spasial kualitas air. Volume pencemar dari point source biasanya tetap. Sumber pencemar non-point source dapat berupa point source dalam jumlah yang banyak, misalnya limpasan dari daerah pertanian yang mengandung pestisida dan pupuk, limpasan dari daerah pemukiman (domestik) dan daerah perkotaan (Effendi, 2003 diacu dalam Faubany, 2008). 
Menurut Effendi (2003), bahan pencemar (polutan) adalah bahan-bahan yang bersifat asing bagi alam atau bahan yang berasal dari alam itu sendiri yang memasuki tatanan ekosistem sehingga mengganggu peruntukan ekosistem tersebut. Berdasarkan cara masuknya ke dalam lingkungan, polutan dikelompokkan menjadi dua, yaitu polutan alamiah dan antropogenik. Polutan alamiah adalah polutan yang memasuki suatu lingkungan secara alami. Adapun polutan antropogenik adalah polutan yang masuk ke badan air akibat aktivitas manusia. 
Sumber-sumber pencemaran di pelabuhan perikanan pada umumnya berasal dari aktivitas manusia, seperti sampah sisa pembongkaran dan pelelangan ikan serta limbah dari industri pengolahan dan kapal-kapal yang berlabuh yang mencemari saluran drainase dan kolam pelabuhan. Ravikumar (1993) diacu dalam Faubany, (2008), menyebutkan bahwa sampah merupakan benda yang tidak terpakai, tidak diinginkan dan dibuang, sedangkan limbah adalah sampah yang sudah mencemari. Berdasarkan bentuk dan cara penanganannya, sampah dibagi menjadi: 
(1) Sampah padat 
(2) Sampah cair/air buangan 
(3) Sampah gas dan partikel di udara 
(4) Kotoran manusia
(5) Kotoran hewan
(6) Sampah berbahaya 
Berdasarkan komposisi kimia, sifat mengurai dan mudah tidaknya terbakar, sampah dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik; degradable dan non-degradable serta combustible dan non-combustible. 
Limbah adalah campuran yang kompleks, terdiri atas mineral dan bahan-bahan organik dalam berbagai bentuk, besar maupun kecil yang terapung dalam bentuk suspensi atau larutan. Limbah selalu terjadi selama proses panen dan pengolahan serta saat pemasaran. Air limbah (waste water) adalah kotoran dari masyarakat dan rumah tangga dan juga yang berasal dari industri, air tanah, air permukaan serta air buangan lainnya. Air limbah ini merupakan hal yang bersifat kotoran umum (Sugiharto, 2005). Penentuan derajat kekotoran air limbah sangat dipengaruhi oleh adanya sifat fisik yang mudah terlihat. Sifat fisik yang penting ialah kandungan zat padat sebagai estetika yaitu kejernihan, bau dan warna serta temperatur (Widodo, 2001).



Pelabuhan Perikanan

KARTA JAYA | 12/25/2011 | 0 komentar |
Pelabuhan memiliki definisi berbeda-beda. Menurut Departemen Perhubungan (1083), pelabuhan adalah suatu daerah tempat berlabuh dan atau bertambatnya kapal laut serta kendaraan lainnya untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, bongkar muat barang-barang yang semuanya adalah merupakan daerah lingkungan kerja aktivitas ekonomi dimana secara juridis terdapat hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan untuk kegiatan-kegiatan di pelabuhan tersebut. 
Pakar lain C. Verlaque (1975) mendefinisikan pelabuhan sebagai suatu tempat berlangsungnya kontak penting antara transportasi melalui laut dengan transportasi melalui darat (baik dengan menggunakan mobil maupun dengan kereta api). Sementara A. Vigarie (1979) menyebutkan bahwa pelabuhan adalah suatu wilayah yang merupakan terjadinya kontak antara dua bidang sirkulasi transpor berbeda yaitu sirkulasi transpor darat dan sirkulasi transpor maritim dimana peranan pelabuhan adalah untuk menjamin kelanjutan dari skema transpor yang berhubungan dengan dua bidang tersebut. 
Pelabuhan ada karena adanya transportasi laut dan pelabuhan juga bertindak sebagai elemen transportasi laut yang memainkan peranan sangat penting dalam menunjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan regional. Hal ini disebabkan lebih dari 90% perdagangan internasional dilakukan melalui laut, Pelabuhan juga berfungsi sebagai pintu gerbang wilayah, terminal point distribusi barang dan simpul transportasi inter dan antar moda dan perdagangan. Pelabuhan juga merupakan tempat pendaratan kapal-kapal. Namun Indonesia ternyata belum memiliki armada kapal yang memadai dari segi jumlah maupun kapasitasnya. Data tahun 2001 menunjukkan, kapasitas share armada nasional terhadap angkutan luar negeri yang mencapai 345 juta ton hanya mencapai 5,6 persen. 
Adapun share armada nasional terhadap angkutan dalam negeri yang mencapai 170 juta ton hanya mencapai 56,4 persen. Kondisi semacam ini tentu sangat mengkhawatirkan terutama dalam menghadapi era perdagangan bebas. Maka dari itu, Indonesia memerlukan keberadaan pelabuhan. Bukan hanya sebagai tempat pendaratan kapal-kapal, pengangkutan barang, transportasi, dan lain-lain, tetapi juga karena berbagai hal lainnya, seperti: 
  • Indonesia disebut benua maritim (maritime continent). Hal ini karena jumlah pulau dan proporsi perairan yang begitu luas dalam kawasannya, ada sekitar 17.508 pulau dan baru 1.200 pulau (6 %) yang telah dihuni.
  • Indonesia juga mempunyai pantai terpanjang yi 55.000 km.
  • Indonesia terletak dekat dengan dan dilalui jalur pelayaran internasional timur-barat dan utara-selatan. 
Hal tersebut membawa konsekuensi perlu dipenuhinya jumlah pelabuhan untuk kebutuhan transportasi dan mendukung kegiatan ekonomi. Saat ini Indonesia memiliki 1.889 pelabuhan yang terdiri dari 112 lokasi pelabuhan kawasan yang diselenggarakan BUMN PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s/d IV, 544 lokasi yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan 1.233 lokasi yang diselenggarakan oleh Pelabuhan Khusus dan Dermaga Kepentingan Sendiri (DUKS).
Jika dibandingkan dengan negara kepulauan di dunia seperti Jepang dan Philipina, jumlah pelabuhan di Indonesia masih relatif kecil. Rasio pelabuhan Indonesia terhadap luas wilayah Indonesia adalah 2,93 km2/pelabuhan, sedangkan Jepang 0,34 km2/pelabuhan dan Philipina 0,46 km2/pelabuhan. Sementara berdasarkan jumlah penduduknya, maka rasio pelabuhan di Indonesia 0,3 juta orang/pelabuhan, di Jepang 0,11 juta orang/pelabuhan dan Philipina 0,11 juta orang/pelabuhan

PELABUHAN PERIKANAN
Pelabuhan Perikanan digolongkan sebagai pelabuhan khusus. Pelabuhan khusus yaitu pelabuhan yang penggunaannya khusus untuk aktivitas perindustrian, pertambangan atau pertanian dalam arti yang luas dimana pembangunan & pengoperasiannya dilakukan oleh instansi yang bersangkutan, contoh bongkar muat barang-barang (bahan baku/hasil produksi/hasil ekploitasi) yang tidak dapat ditampung oleh pelabuhan umum. 
Pelabuhan Perikanan adalah suatu wilayah perpaduan antara daratan dan lautan yang dipergunakan sebagai pangkalan untuk kegiatan penangkapan ikan dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas sejak ikan didaratkan sampai dengan ikan didistribusikan (Dephub, 1983). Sementara menurut Alonze de F. Quin dalam W.J. Guckian (1970), Pelabuhan Perikanan adalah suatu kawasan perairan yang tertutup atau terlindung dan cukup aman dari pengaruh angin dan gelombang laut, diperlengkapi dengan berbagai fasilitas logistik, bahan bakar, perbengkelan dan pengangkutan barang-barang.

FieldTrip Pelabuhan dan AHT

KARTA JAYA | 12/24/2011 | 0 komentar |
Setelah beberapa bulan yang lalu kami rencanakan, akhirnya tanggal 19-21 Desember 2011 Fieldtrip Pelabuhan dan AHT* pun terlaksana dengan lancar. Dengan usaha panitia yang tidak pernah pandang lelah untuk menyukseskan fieldtrip ini pun menghasilkan kesepakatan untuk melakukan praktikum lapang di:
  1. Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ)
  2. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) dan
  3. Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke (PPI MA)
Ketiga pelabuhan di atas kami (PSP^ 46 + anak supporting course) kunjungi untuk melakukan praktikum lapang yang dibimbing oleh dosen dan asisten juga. Sungguh praktikum lapang yang sangat menyenangkan. Kenapa?. Karena selain kita dapat pengalaman dan pengetahuan dari pelabuhan, kita juga dapat mengetahui keluh kesah daripada nelayan-nelayan kita. Dari ketiga pelabuhan di atas, kita mendapat banyak pelajaran dari segi pengembangan pelabuhan dan kita juga mengerti seperti apa kelebagaan yang terdapat di pelabuhan perikanan itu sendiri. Pokoknya banyaklah yang kita dapat saat fieldtrip ini. Mungkin kalau saya ceritakan semua terlalu panjang, hehehhe....Jadi garis besarnya saja yah...!!!
Berbicara soal perjalanan menuju ketiga pelabuhan saya pikir menarik. Bahkan perjalanan menuju ketiga pelabuhan ini lebih lama daripada waktu melakukan praktikum di lapangan. Tapi itulah salah satu momen yang tepat buat kami (PSP 46) untuk mengenang kembali kebersamaan yang sudah terjalin sebelumnya.
Adapun rute perjalan fieldtrip kali ini, dimulai dari Pangkapaln Pendaratan Ikan Muara Angke yang terletak di Muara Angke, Pluit, Jakrta Utara. Perjalanan ke pelabuhan ini kurang lebih 3 jam dari Dramaga Bogor. Sesampai di sana kita langsung melakukan diskusi dengan pihak pelabuhan yang dipimpin oleh Kepala UPT** PPI MA sendiri yaitu Bapak Nugroho. Dilihat dari segi fasilitas , pelabuhan ini tergolong pelabuhan kelas B atau PPN, dari segi aktivitas juga pelabuhan ini termasuk pelabuhan yang ramai akan aktivitas. Salah satu masalah di pelabuhan ini adalah masalah pengolahan limbah lingkungan. Pihat UPT** Pelabuhan sebenarnya sudah melakukan pengolahan limbah, tetapi karena padatnya penduduk di sekitar pelabuhan sehingga mempengaruhi manajemen dari pengolahan limbah tersebut.

Dokumentasi saat praktikum lapang di PPI Muara Angke:


















Seperti itulah kondisi Pelabuhan di Muara Angke. Memang pada saat kita melakukan praktikum lapang suasana pembongkaran hasil tangkapan lagi sepi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang memang buruk di laut utara jawa. Spesialnya pelabuhan ini adalah seperti pelabuhan yang sudah tergolong besar dimana PPI Muara Angke ini telah mempunyai TPI*** Higienis.
Video Pasar Ikan di PPI Muara Angke


Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke PPS Nizam Zachman yang tidak jauh dari PPI Muara Angke. PPS Nizam ini berada tepat di Muara Baru masih di Pluit Jakarta Utara yang menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 1,5 jam.
Di pelabuhan ini kita banyak mendapatkan banyak hal loh...PPS Nizam ini awalnya bernama PPS Jakarta. Sehingga namanya berganti menjadi PPS Nizam Zachman Jakarta yang dilatarbelakangi untuk mengabadikan Bapak Nizam Zachman, dimana beliau adalah Dirjen Perikanan ke-2 yang memberikan pemikirannya untuk perikanan Indonesia terutama kemajuan Pelabuhan Perikanan kita. Pelabuhan ini mempunyai Menara Kontrol yang berfungsi untuk tempat untuk melihat semua kawasam pelabuhan dengan jelas, kalu tidak salah tinggi Menara Kontrol ini 63 meter teman-teman, tinggi kan. Yang pastinya kami tidak melewatkan kesempatan untuk menaiki menara tersebut. Memang benar, semua kawasan pelabuhan terlihat jelas oleh mata.
Berikut dokumentasi di PPS Nizam:


















Seperti itu lah tingkat keramaian di PPS Nizam, bahkan menurut Kepala Bidang pengembangan Pelabuhan Nizam sendiri, untuk sirkulasi perekonomian di pelabuhan sendiri dapat mencapai 23 milyar tiap harinya. Sungguh bisnis yang sangant menjanjikan bukan?.
Di pelabuhan ini juga terdapat pengolahan ikan Tuna loh teman-teman, dimana ikan tuna ini akan langsung dieksport ke Jepang.
Berikut adalah video proses pengolahan ikan tuna di PPS Nizam Zachman Jakarta



Lebih uniknya lagi pelabuhan ini akan menerapkan Model Mall Perikanan loh teman-teman, yang nantinya akan menjadi sebuah strategi pihak pelabuhan untuk menarik minat masyarakat setempat untuk mengunjungi pelabuhan. Tetapi bukan berarti di dalam pelabuhan ini dibangun sebuah Mall, TIDAK. Cuman konsep dari mall itu sendiri akan diterapkan di dalam pelabuhan ini.

Selanjutanya rute perjalanan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan pun dimulai setelah selesai melakukan praktikum lapang dari PPS Nizam Zachman. Sekitar jam 16.00 WIB kami melakukan perjalanan menuju Pekalongan dan kami tiba di PPN Pekalongan sekitar jam 05.00 WITA. Sesampainya di PPNP kita langsung melakukan pengamatan di sekitar pelabuhan.
PPN Pekalongan ini merupakan salah satu pelabuhan tertua di pulau jawa. Kolam pelabuhan ini juga merupakan muara sungai, dan program pihak pelabuhan akan membangun pelabuhan yang kolam pelabuhannya langsung di pantai. Jadi kenungkinan untuk meminimalisir kendala-kendala pendangkalan seperti yang terjadi di sungai.
Selain melakukan praktikum lapang di PPNP ini, kami juga tidak melewatkan kesempatan untuk menikamati Wisata Bahari yang aha di kawasan pelabuhan ini. Wisaya bahari ini mempunyai akuarium teman-teman seperti akuarium yang ada di Seaworld. Sungguh menakjubkan pemandangan di pekalongan. Lain lagi kota pekalongan adalah kota batik. Kami juga tidak melewatkan moment itu untuk berbelanja batik ke pasar batik yang ada di Pekalongan. Seru kan teman-teman?.
Berikut dokumentasi di PPN Pekalongan, Jawa Tengan


















Dan waktunya untuk berlibur teman-teman setelah kita melakukan praktikum lapang. Tempat yang kita lirik kali ini untuk berlibur adalah Bandung, Jawa Barat. Hahahaha...
Bandung memang mempunyai banyak tempat-tempat wisata. Salah satunya adalah Situ Patengan yang ada di puncak desa Patengan. Uniknya di situ itu terdapat sebuah pulau yang dinamakan pulau asmara, dan di tengan-tengah pulai ini terdapat sebuah batu, dan warga setempat menamainya Batu Cinta. Untuk lebih jelasnya bisa anda lihat dalam video ini:



Oke sampai di sini dulu teman-teman cerita perjalanan fieldtrip pelabuhan dan AHT* yang kami lakukan. Mudah-mudahan perikanan kita ke depannya lebih maju lagi.
Amin..Amin..

*AHT : Analisis Hasil Tangkapan
**UPT : Unit Pelaksana Terpadu
***TPI : Tempat Pelelangan Ikan

^PSP : departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
 
Didukung oleh : Karta Jaya Web | TIPS untuk Blogger | TIPS dan TRIK BLOG
Copyright © 2010. LautanBiru.com
Note : Semua artikel yang ada dalam blog ini, semata-mata hanya untuk
dibagikan buat sobat blogger yang membutuhkan
Template blog telah dimodifikasi dengan perubahan tampilan yang ada.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Jika ada saran/kritik, silahkan kirim e-mail ke:
Kartajaya25@gmail.com atau karta.tambunan@ymail.com