Tampilkan postingan dengan label Alat Tangkap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat Tangkap. Tampilkan semua postingan

Gill Net (Jaring Insang)

KARTA JAYA | 10/10/2012 | 0 komentar |
Pengertian dari jaring insang adalah salah satu dari jenis alat penangkap ikan dari bahan jaring monofilamen atau multifilamen yang dibentuk menjadi empat persegi panjang, pada bagian atasnya dilengkapi dengan beberapa pelampung (floats) dan pada bagian bawahnya dilengkapi dengan beberapa pemberat (singkers) sehingga dengan adanya dua gaya yang berlawanan memungkinkan jaring insang dapat dipasang di daerah penangkapan dalam keadaan tegak menghadang biota perairan. Jumlah mata jaring ke arah horisontal atau ke arah Mesh length (ML) jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah mata jaring ke arah vertikal atau ke arah Mesh depth (MD).

Konstruksi jaring insang ada yang terdiri dari satu lembar jaring, dua lembar jaring, dan ada juga yang terdiri dari tiga lembar jaring. Untuk jaring insang yang konstruksinya hanya terdiri dari satu lembar disebut dengan “Jaring insang satu lembar (Gill net)”, yang konstruksinya terdiri dari dua lembar disebut dengan “Jaring insang dua lembar atau jaring insang lapis dua (Double gill net atau Semi trammel net)” dan untuk yang konstruksinya terdiri dari tiga lembar disebut dengan “ jaring insang tiga lembar (Trammel net) ”. Penamaan dari ketiga jenis jaring insang ini dapat berbeda menurut daerah, target tangkapan dan nelayan yang mengoperasikannya.

Metode pengoperasian dari jaring insang biasanya dilakukan secara pasif meskipun ada juga yang dilakukan secara semi aktif atau dioperasikan secara aktif. Untuk yang pasif biasanya dioperasikan pada malam hari baik itu dioperasikan dengan memakai alat bantu cahaya (light fishing) atau tanpa memakai alat bantu cahaya.

Pemasangan jaring insang biasanya dilakukan di daerah penangkapan yang diperkirakan akan dilewati oleh biota perairan yang menjadi terget tangkapan, kemudian dibiarkan beberapa lama supaya biota perairan memasuki atau terpuntal pada mata jaring. Lamanya perendaman jaring insang di daerah penangkapan akan berbeda menurut target tangkapan atau menurut kebiasaan nelayan yang mengoperasikannya. Untuk jaring insang yang dioperasikan secara semi aktif atau aktif, biasanya dioperasikan pada siang hari yaitu dengan cara mengaktifkan jaring insang supaya biota perairan yang menjadi target tangkapan dapat dengan cepat tertangkap, atau dengan kata lain tidak menunggu biota perairan memasuki mata jaring atau terpuntal pada jaring. Lamanya pengoperasian biasanya tidak memakan waktu yang lama atau hanya memakan waktu antara 2-3 jam, bahkan ada yang kurang dari satu jam.

Ikan yang tertangkap pada mata jaring (mesh size) jaring insang satu lembar, adalah ikan yang keliling bagian belakang penutup insangnya (operculum girth) lebih kecil, dan keliling badan maksimal nya (maximum body girth) lebih besar dari keliling mata jaring. Untuk jaring insang dua lembar dan tiga lembar, ikan yang memasuki mata jaring, selain ikan yang operculum girth lebih kecil dan maximum body girth nya lebih besar dari keliling mesh size jaring bagian dalam (inner net), juga ikan yang mempunya keliling operculum girth nya lebih besar dari keliling mata jaring bagian dalam inner net, tetapi keliling Maximum body girth nya lebih kecil dari keliling mata jaring bagian luar (outer net). Cara tertangkapnya ikan pada ke dua jenis jaring ini, selain terjerat pada mata jaring bagian inner net juga tertangkap secara terpuntal pada mata jaring bagian inner net dan outer net.

Berdasarkan jumlah lembar badan jaring, jaring insang dibagi ke dalam 3 (tiga) jenis yaitu:
Jaring insang satu lembar (Gillnet),
Jaring insang dua lembar (Semi trammel net/Double gillnet), dan
Jaring insang tiga lembar (Trammel net).
Trammel Net
Gill Net
Semi Trammel net
Berdasarkan konstruksi dari cara pemasangan tali ris, jaring insang dapat dibagi lagi ke dalam empat jenis yaitu :
  1. Pemasangan tali ris atas dan tali ris bawah disambungkan langsung dengan badan jaring,
  2. Pemasangan tali ris atas disambungkan langsung dengan badan jaring, sedangkan tali ris bawah disambungkan dengan badan jaring melalui tali penggantung (hanging twine),
  3. Pemasangan tali ris atas disambungkan dengan badan jaring melalui tali penggantung (hanging twine), sedangkan tali ris bawah disambungkan langsung dengan badan jaring,
  4. Pemasangan tali ris atas dan tali ris bawah disambungkan dengan badan jaring melalui tali penggantung (hanging twine).
Berdasarkan metode pengoperasiannya, jaring insang diklasifikasikan kedalam lima jenis, yaitu :
  1. Jaring insang menetap (set gillnet / fixed gillnet),
  2. Jaring insang hanyut (drift gillnet),
  3. Jaring insang lingkar (encircling gillnet),
  4. Jaring insang giring (frightening gillnet/drive gillnet), dan
  5. Jaring insang sapu (rowed gillnet).
Konstruksi Jaring Insang Bagian Tali Pelampung:

Bahan Jaring (Untuk Alat Tangkap)

KARTA JAYA | 4/07/2012 | 0 komentar |
Menurut ISO (International Organization For Standardization), bahwa jaring didefinisikan sebagai susunan mata jaring dalam bentuk dan ukuran yang bervariasi yang dibuat dari juraian atau gabungan suatu yarn atau sistem yarn yang terdiri atas satu sistem yarn atau lebih (Klust 1987). Bahan jaring terbuat dari dua bahan, yaitu Natural fibres (serabut alami) dan man made fibres (serabut buatar).


1. Serabut Alami
Sebagian besar jaring untuk menangkap ikan terbuat dari bahan alami tumbuhan (vegetable fibres) berasal dari bahan cotton, manila, hemp, linen, dan rami.Selain itu, sering juga digunakan bahan alami yang berasal dari hewan (animal fibres) terbuat dari sutera atau buluh, meskipun untuk pembuatannya mahal dan dinilai kurang sesuai.Tapi sebagai pengecualian, di Jepang ada alat penangkap ikan yang terbuat dari jaring sutera (Klust 1987). Serabut alami adalah serat yang terbuat dari bahan alami baik nabati maupun hewani tanpa proses kimia atau transformasi. Bagian-bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan alat penangkapan ikan adalah dari bijian, bast, daun, dan buah.

Serat alami terbagi menjadi tiga kelompok yaitu serat tumbuhan, serat hewani dan serat mineral.Searat tumbuhan terbagi menjadi empat kategori yaitu serat bijian, serat daunan, serat kulit, dan serat buahan.Serat hewani (Animal fiber) umunya sebagian besar terdiri dari protein, yang secara langsung dapat digunakan adalah sutra, bulu atau dikenal dengan wool.

2. Serabut Buatan
Serabut buatan disebut juga serabut sintesis. Menurut Klust (1987), sintesis adalah istilah ilmiah dan teknis untuk proses kimia dimana unsur-unsur kimia yang sederhana digabung menjadi susunan baru yang semakin rumit dan sifatnya berbeda dari sifat semula. Serabut sintesis terbuat dari bahan sintesis yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan sederhana seperti phenol, benzena, acetylene, prussic acid, dan chlorine.Sedangkan serabut buatan dari bahan alami yaitu selulosa dan protein, terbuat dari bahan yang lebih kompleks dan hanya dapat diubah menjadi bentuk serabut (cellulose rayon, cellulose wool, protein wool).
Serabut buatan (man made fibres) yang tergolong serat sintesis dinilai dapat memberi keuntungan dalam pembuatan jaring. Namun serabut buatan yang dihasilkan dari generasi cellulose, seperti rayon dan cellulose wool, dinilai kurang menguntungkan disbanding dengan serabut alami sehingga bahan ini tidak digunakan dalam pembuatan jaring (Klust 1987).

Menurut Klust (1987), serabut sintesis dapat dikalsifikasikan secara kimia, yaitu:
1.      Polyamide (PA)
Polyamide (PA) memiliki dua tipe yang paling sering digunakan, yaitu:
a.       Polyamide 6.6 yang terdiri dari dua komponen, yaitu hexamethylene diamine dan adipic acidyag masing-masing memiliki 6 atom karbon. Serabut ini dikembangkan pada tahun 1935 oleh W.H. Carothers (USA). Bahan ini sering disebut nylon (Klust 1987).
b.      Polyamide 6, awalnya dikenal dengan nama dagang Perlon yang terbuat dari satu monomer yang disebut caprolactam yang mengandung 6 atom karbon dan dikembangkan pada tahun 1937/1938 oleh ilmuwan kimia dari Jerman bernama P.Schlack (Klust 1987).
2.      Polyester (PES)
Menurut Klust (1987), serabut polyester (PES) dikembangkan oleh JR Whinfield dan JT Dickson dari Inggris sekitar tahun 1940-1941. Serabut ini dihasilkan dari polikondensasi terephatic acid dan alcohol ethyleneglycol.Hasil senyawa kimia dari asam dan alkohol disebut ester sehingga istilah serabut yang dihasilkan adalah polyester.Nama dagang dari PE adalah Terylene.
3.      Polyethylene (PE)
Polyethyleneatau  PE dihasilkan menurut cara yang dikembangkan oleh Ziegler (Jerman) pada tahun 1950. Serabut yang dihasilkan dengan cara baru ini mempunyai sifat-sifat fisik yang lebih baik. Menurut Klust (1987), bahan dasar dari polyethylene adalah monomer ethylene yang diperoleh dari minyak.
4.      Poly prophylene (PP)
Polyprophylene atau biasa disebut PP terbuat dari bahan dasar yang sama dengan PE, yaitu monomer ethylene. Polyprophylene dikembangkan pada tahun 1954 dan dikenal dengan nama dagang Meraklon. PE dan PP secara kolektif sering disebut polyolefines (Klust 1987).
5.      Polyvinyl chloride (PVC)
Menurut Klust (1987) PVC dikembangkan oleh F.Klate dan H.Hubbert asal Jerman, dari monomer vinyl chloride merupakan serabut sentesis pertama yang dihasilkan secar skala industri. Serabut sintesis ini dikenal dengan nama Pe Ce, dan tahan pembusukan (Klust 1987).
6.      Polyvinyledene chloride (PVD)
PVD dikembangkan pada tahun 1939 di USA yang dihasilkan dari proses co-polimerisasi dari campuran vinyl chloride (sekurang-kurangnya 80%) dan bahan kedua, misalnya vinyl chloride. Komposisi ini menghasilkan produk yang dikenal dengan nama Saran.  Sementara yang terbuat dari chloro fibre dikenal dengan nama Vinyon (Klaust 1987).
7.      Polyvynil alcohol (PVA)
PVA berkembang pesat di Jepang sejak tahun 1938. Tipe serabut PVA yang dibuat dan digunakan sebagai jaring untuk penangkapan ikan di Jepang tidak dapat larut di dalam air dengan tingkat acetalisasi yang berbeda dan sekarang diberi symbol PVAA, misalnya kuralon (Klaust 1987).

Rumpon (Fish Aggregating Device)

KARTA JAYA | 9/15/2011 | 1komentar |

Lautan Biru.com (September 2011) Rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD) adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap.
Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan yang dibuat oleh manusia dengan tujuan sebagai tempat berkumpul ikan. Rumpon merupakan rumah buatan bagi ikan di dasar laut yang dibuat secara sengaja dengan menaruh berbagai jenis barang

Mengukur Panjang Mata Jaring

KARTA JAYA | 3/17/2011 | 0 komentar |

Webbing atau jaring merupakan lembaran yang tersusun dari beberapa mata jaring yang merupakan bahan dasar dalam pembuatan alat penangkapan ikan. Menurut Supardi Ardidja (2007) wabbing/jaring adalah gabungan sejumlah mata jaring yang dijuarai baik dengan cara disimpul atau tanpa disimpul, dibuat dengan menggunakan mesin atau tangan, baik yang terbuat dari bahan alami atau dari bahan buatan. Ukuran bahan webbing terdiri dari panjang dalam. Panjang webbing dinyatakan dalam meter pada keadaan mesh tertutp (stretched mesh). Sedangkan penomoran pada bahan jaring yaitu benang terdiri dari sistem langsung dan sistem tidak langsug. Sistem penomoran langsung adalah sistem Tex dan Denier. Adapau sistem penomoran tidak langsungadalah penomoran Metric (Metric Number/Nm) dan penomoran benang kapas. Pada umumnya sistem penomoran yang digunakan adalah Rtex. Dimana Rtex merupakan resultan kepadatan linear suatu benang jaring. Nilai ini diperoleh dari rumus sebagai berikut:

Pukat Pantai (Beach Seine)

KARTA JAYA | 1/13/2011 | 0 komentar |
Definisi dan Klasifikasi 
Lautan Biru (Januari 2011), Pukat pantai (Beach Seine) adalah suatu alat tangkap yang termasuk dalam pukat kantong, bentuknya seperti payang (berkantong) dan bersayap yang dalam operasi penangkapannya ditarik ke arah pantai. Dalam arti luas juga dimaksudkan semua jaring baik yang dilengkapi kantong maupun tidak yang dalam pengoperasiannya menelusuri dasar dan pada akhir penangkapannya hasilnya didaratkan ke pantai. Zaochman (1996). Menurut kelompok kami pukat kantong masuk ke dalam klasifikasi pukat kantong lingkar (Bag Seine Net).

Bubu Slinder

KARTA JAYA | 1/10/2011 | 0 komentar |

Lautan Biru (Januari 2011), Jenis perangkap tradisional ini dioperasikan oleh nelayan Tabanan, Bali. 
Organisme yang menjadi tujuan penangkapanya hanya lobster.  Alat tangkap ini diklasifikasikan ke dalam 
kelompok perangkap dan penghadang.

Perangkap Lobster

KARTA JAYA | 1/10/2011 | 0 komentar |

1.PERANGKAP PLASTIK SATU PINTU
Lautan Biru (Januari 2011), Perangkap ini ditujukan untuk menangkap lobster. Sesuai dengan namanya, hampir seluruh bagian perangkap terbuat dari plastik. Bahan utamanya adalah plastik tudung saji berbentuk kubah. Kelebihan jenis perangkap ini adalah tahan lama, mudah dalam pembuatannya, murah harganya, dan mudah dalam perawatannya. Kelebihan lainnya adalah sangat ringan dan dapat ditumpuk. Nelayan dapat membawa perangkap dalam jumlah yang sangat banyak di atas perahu ketika akan melakukan penangkapan lobster.. Perakitan perangkap dapat dilakukan sesaat sebelum dilakukan perendaman.

Pukat Pantai (Beach Seine)

KARTA JAYA | 1/09/2011 | 0 komentar |

  • Definisi 
Lautan Biru (Januari 2011), Pukat pantai (Beach Seine) adalah suatu alat tangkap yang termasuk dalam pukat kantong, bentuknya seperti payang (berkantong) dan bersayap yang dalam operasi penangkapannya ditarik ke arah pantai. Dalam arti luas juga dimaksudkan semua jaring baik yang dilengkapi kantong maupun tidak yang dalam pengoperasiannya menelusuri dasar dan pada akhir penangkapannya hasilnya didaratkan ke pantai. Zaochman (1996). Menurut kelompok kami pukat kantong masuk ke dalam klasifikasi pukat kantong lingkar (Bag Seine Net).
 
Didukung oleh : Karta Jaya Web | TIPS untuk Blogger | TIPS dan TRIK BLOG
Copyright © 2010. LautanBiru.com
Note : Semua artikel yang ada dalam blog ini, semata-mata hanya untuk
dibagikan buat sobat blogger yang membutuhkan
Template blog telah dimodifikasi dengan perubahan tampilan yang ada.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Jika ada saran/kritik, silahkan kirim e-mail ke:
Kartajaya25@gmail.com atau karta.tambunan@ymail.com