Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

KARTA JAYA | 3/17/2012 | 0 komentar |
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang berasal dari sungai nila dan danau-danau yang menghubungkan sungai tersebut. Ikan nila didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969, bibit ikan nila yang ada di Indonesia berasal dari Taiwan adapun dengan ciri berwarna gelap dengan garis-garis vertikal seanyak 6-8 buah dan Filipina yang berwarna merah (Suyanto 1998).
Menurut Saanin (1982), klasifikasi ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah sebagai berikut:
Kingdom     : Animalia
Filum           : Chordata
Sub Filum    : Vertebrata
Kelas           : Osteichtes
Sub Kelas    : Acanthoptherigii
Ordo            : Percomorphii
Sub Ordo     : Percoidae
Famili           : Cichlidae
Genus          : Oreochromis
Spesies        : Oreochromis niloticus

Ikan nila pada umumnya mempunyai bentuk tubuh panjang dan ramping, perbandingan antara panjang dan tinggi badan rata-rata 3 : 1. Sisik-sisik ikan nila berukuran besar dan kasar. Ikan nila berjari sirip keras, sirip perut torasik, letak mulut subterminal dan berbentuk meruncing. Selain itu, tanda lainnya yang dapat dilihat adalah dari ikan nila adalah warna tubuhnya yang hitam dan agak keputihan. Bagian bawah tutup insang berwarna putih, sedangkan pada nila lokal putih agak kehitaman bahkan ada yang kuning. Sisik ikan nila besar, kasar, dan tersusun rapi. Sepertiga sisik belakang menutupi sisi bagian depan. Tubuhnya memiliki garis linea lateralis yang terputus antara bagian atas dan bawahnya. Linea lateralis bagian atas memanjang mulai dari tutup insang hingga belakang sirip punggung sampai pangkal sirip ekor. Ukuran kepalanya relatif kecil dengan mulut berada di ujung kepala serta mempunyai mata yang besar (Merantica 2007).

Ikan nila memiliki karakteristik sebagai ikan parental care yang merawat anaknya dengan menggunakan mulut (mouth breeder) (Effendie 1997 dalam Prasetiyo 2009). Ikan ini dicirikan dengan garis vertikal yang berwarna gelap pada sirip ekornya sebanyak 6 buah. Selain pada sirip ekor, garis tersebut juga terdapat pada sirip punggung dan sirip anal (Suyanto 1994 dalam Saputra 2007 dalam Prasetiyo 2009).
Seperti halnya ikan nila yang lain, jenis kelamin ikan nila yang masih kecil, belum tampak dengan jelas. Perbedaannya dapat diamati dengan jelas setelah bobot badannya mencapai 50 gram. Ikan nila yang berumur 4-5 bulan (100-150 g) sudah mulai kawin dan bertelur Tanda-tanda ikan nila jantan adalah warna badan lebih gelap dari ikan betina, alat kelamin berupa tonjolan (papila) di belakang lubang anus, dan tulang rahang melebar ke belakang. Sedangkan tanda-tanda ikan nila betina adalah alat kelamin berupa tonjolan di belakang anus, dimana terdapat 2 lubang. Lubang yang di depan untuk mengeluarkan telur, sedang yang di belakang untuk mengeluarkan air seni dan bila telah mengandung telur yang masak,dan perutnya tampak membesar (Suyanto, 2003).

Ikan nila merupakan ikan omnivora yang memakan fitoplankton, perifiton, tanaman air, avertebrata kecil, fauna bentik, detritus, dan bakteri yang berasosiasi dengan detritus. Ikan nila dapat menyaring makanannya dengan menangkap partikel tersuspensi, termasuk fitoplankton dan bakteri, pada mukus yang terletak pada rongga buccal. Tetapi sumber nutrisi utama ikan nila diperoleh dengan cara memakan makanan pada lapisan perifiton (FAO 2006).

Ikan nila merupakan ikan tropis yang menyukai perairan yang dangkal. Ikan nila dikenal sebagai ikan yang tahan terhadap perubahan lingkungan tempat hidupnya. Nila hidup di lingkungan air tawar, air payau, dan air asin. Kadar garam air yang disukai antara 0-35 ppt. Ikan nila air tawar dapat dipindahkan ke air asin dengan proses adaptasi bertahap. Kadar garam air dinaikkan sedikit demi sedikit. Pemindahan ikan nila secara mendadak ke dalam air yang kadar garamnya sangat berbeda dapat mengakibatkan stress dan kematian ikan (Suyanto, 2004).

Tempat hidup Ikan nila biasanya berada pada perairan yang dangkal dengan arus yang tidak begitu deras, ikan ini tidak suka hidup di perairan yang bergerak (mengalir),akan tetapi jika dilakukan perlakuan terhadap ikan nila seperti pengadaptasian terhadap lingkungan air yang mengalir maka ikan nila juga bisa hidup baik pada perairan yang mengalir. (Djarijah, 2002).

Lingkungan tumbuh (habitat) yang paling ideal adalah perairan air tawar yang memiliki suhu antara 14oC – 38 oC, atau suhu optimal 25oC – 30oC. Keadaan suhu yang rendah yaitu suhu kurang dari 140C ataupun suhu yang terlalu tinggi di atas 300C akan menghambat pertumbuhan nila. Ikan nila memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan hidup. Batas bawah dan batas atas suhu yang mematikan ikan nila berturut-turut adalah 11-12oC dan 42oC. Keadaan pH air antara 5 – 11 dapat ditoleransi oleh ikan nila, tetapi pH yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan ikan ini adalah 7- 8. Ikan nila masih dapat tumbuh dalam keadaan air asin pada salinitas 0-35 ppt. Oleh karena itu, ikan nila dapat dibudidayakan di perairan payau, tambak dan perairan laut, terutama untuk tujuan usaha pembesaran (Rukmana, 1997).

Alat-Alat Pengamatan Tingkah Laku Ikan

KARTA JAYA | 3/17/2012 | 0 komentar |
Dalam dunia perikanan sangat penting untuk mengetahui tingkah laku ikan terhadap respon yang diberikan kepada ikan. Respon ikan inilah yang menjadi pokok permasalahan para ilmuan sehingga menciptakan alat-alat yang berfungsi untuk mengamati tingkah laku ikan terhadap aksi yang kita berikan kepada ikan. Usaha untuk mempelajari tingkah laku ikan ikan ini sangat erat hubungannya dengan mempelajari pengembangan alat penangkapan ikan. Untuk mengetahui alat-alat apa saja yang digunakan untuk mengetahui atau mengamati tingkah laku ikan dapat sobat lihat di bawah ini.

1. Batistat
Peralatan ini digunakan untuk melihat tingkah laku ikan hingga laut dalam.Umumnya berbentuk silinder atau bola berongga dan terbuat dari bahan logam yang kuat. Alat ini dimasukkan ke dalam air; pasif ataupun ditarik oleh kapal. Dilengkapi dengan system penerangan dan penutup yang kedap air, system komunikasi untuk tetap menjaga agar tetap ada hubungan antara peneliti yang ada di dalam batistat dengan mereka yang ada di kapal.

2. Batiskap
Peralatan (free diving) dapat bergerak sendiri yang dihubungkan dengan kapal melalui tali baja yang kuat, mempunyai perlengkapan electromotor
yang memungkinkan bekerjanya propeller, sehingga mampu bergerak sendiri dengan kecepatan beberapa knot.Batiskap dapat bergerak ke permukaan maupun jauh ke dalam laut sejauh panjangnya tali baja penghubung dengan kapal. Dengan alat ini PICCARD melakukan penelitian untuk melihat tingkah laku ikan hingga pada kedalaman 11.000 meter di bawah laut.

3. Kapal Selam
Pengamatan langsung yang sangat modern dewasa ini adalah dengan menggunakan kapal selam.Salah satu kapal selam yang telah digunakan untuk mengungkapkan tingkap laku ikan herring di samudera Atlantik Utara adalah kapal selam “Severyanha” yang dimodifikasi untuk penelitian ilmiah.


4. Televisi, Film dan Pemotretan Bawah Air
Dengan peralatan ini, peneliti dapat melakukan pengamatan yang lebih teliti denganmelihat berulang kali hali rekamannya baik untuk pengamatan komposisi kelompok ikan,aktifitas, serta tingkah laku lainnya yang diperlukan dalam mendetrminasi, ukuran,komposisi, tingkat kepadatan dan sebagainya yang diamati saat ditayangkan
5. Fish Finder
Kebiasaan atau tingkah laku ikan dalam pengelompokan dapat diketahui. laku ini dalam hubungannya dengan faktor lingkungan atau stimulus yangdiberikan dan menjadi dasar dalam pengoperasian peralatan tangkap (Misalnya dari hasil deteksi di ketahui adanya kelompok ikan pada kedalaman tertentu, maka keputusan pengoperasian jenis alat tangkap dan kedalamannya dapat diambil untuk mengoptimalkan hasil tangkapan).

6. Water Tonic (Aquarium)
Aquarium merupakanperalatan yang digunakan dalam pengamatan tingkahlaku ikan tempat ikan diamati.Alat ini bisanya terbuat dari bahan kaca yang disisi air.

7. Mini Flume Tank
Alat ini merupakan flume tank dalam betuk kecil yang fungsinya untuk pengamatan performance ikan, mengetahui cara renang ikan, gaya renang ikan, cara makan ikan dan lain sebaginya. Alat ini terbuat dari kaca yang dimodifikasi dengan alat-alat tertentu seperti penambahan cahaya lampu dan pegatur arus.

8. ROV (Remote Operated Underwater Vehicle)
Alat ini digunakan dalam mengamati tingkah laku ikan pada dasar laut dangkal, karena dilengkapi dengan video kamera bawah air, mengamati penempatan pipa bawah air yang diletakkan di rancang untuk memantau kondisi bawah air, khususnya dalam penempatan objek bawah air, misalnya rumah ikan (fish shelter) atau rumpon bawah air.


9. Underwater TV Kamera
Alat ini dirancang khusus untuk memotret apa yang terjadi dalam perairan ketika pengamatan. Terdiri dari kabel kedap air, rumah kedap air, lampu infra red.

10. Mesin Embedding (Histocembedder)
Mesin ini digunakan dalam proses embedding. Mesin ini terdiri atas bagian-bagian antara lain cashbath, paraffin tank, cold plate, hot plate, dan vacuum oven. Alat ini dioprasikan dengan cara mengatur istrumen yang ada sesuai dengan fungsi dari masing-masing bagian. Prinsip kerjanya secara elektrik.

Sumber: Kuliah MOBA, Mayor PSP IPB

Cara Crack Surfer 9.0 Full Crack

KARTA JAYA | 3/17/2012 | 0 komentar |
Setelah saya melakukan postingan mengenai Software Surfer 9.0 Full Crack, beberapa menit yang lalu, saat ini saya akan memberikan cara untuk melakukan crack program tersebut setelah di instal ke PC/Laptop. Bagi sobat LautanBiru.com yang sudah melakukan instalasi program ini, pasti dalam prosesnya program ini akan berfungsi jika crackan program ini telah berjalan. Nah untuk melakukan crackan progrma ini, silahkan ikuti langkah berikut ini: (Crackan ini berlaku untuk Software Surfer 9.0 Full Crack)
  • Gunakan Serial Number ini ketika installasi : WS-123456-0000 atau WS-123456-1234 (Hanya berfungsi selama 3 bulan)
  • Tiga (3) Bulan Kemudian, Surfer 9 akan menanyakan Lisensi atau Serial Number Lagi.
  • Cara mengatasinya adalah dengan mengotak atik registry dan  rubahlah registry berikut :
[HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREGolden SoftwareSurfer9]<ol style="text-align: left;">
  • Akan anda temukan 2 buah key DWord dan String Value seperti berikut :
“Imported”=dword:00000001
“ImportGUID”=”{97EA5A97-323D-1161-5C52-414151425577}”
  • Key yang berwarna Merah bisa saja berbeda dengan registry anda. Ini sebagai contoh saja.
  • Hapus Key String yang bertuliskan “ImportGUID” dengan tulisan huruf “ab” berwarna merah dengan cara mengklik kanan Key tersebut kemudian Delete.
  • Kemudian anda bisa register ulang software Surfer 9.0 anda kembali dengan serial number : WS-123456-0000 atau WS-123456-1234
  • Lakukan langkah ini sebelum Masa Register 3 bulan software Surfer 9.0 habis.
Sobat juga bisa mencoba beberapa serial number berikut :
WS-155342-1629 WS-162355-1230
WS-185497-1528 WS-160185-1342
WS-177422-1567 WS-164887-1702
WS-161554-1142 WS-183876-1280
WS-168737-1142 WS-178301-1031
WS-155157-1661 WS-163590-1982
WS-158827-1093 WS-184048-1576
WS-166587-1542 WS-157025-1829
Sobat juga bisa mencoba Software Surfer versi terbaru disini dengan mengisi formulir isiannya terlebih dahulu.
Selamat Mencoba… !!

SoftWare Surfer 9.0 Full Crack

KARTA JAYA | 3/17/2012 | 0 komentar |
Surfer 9 merupakan salah satu perangkat lunak produk Golden Software, Inc. untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga dimensi yang didasarkan atas grid. Perangkat lunak ini berperan besar dalam pemetaan kawasan. Meskipun canggih, perangkat ini tidak banyak menuntut untuk sistem operasi maupun perangkat keras.
Berikut hasil (output) program Surfer 9:
Kontur tiga dimensi
Untuk Stik Plot Arus
Perangkat Lunak atau Software Surfer 9.0 Full Crack ini memiliki banyak fungsi visualisasi, 3D contouring dan paket modeling permukaan yang berjalan di bawah Microsoft Windows. Surfer digunakan secara luas untuk pemodelan medan, visualisasi landscape, analisis permukaan, pemetaan kontur, pemetaan permukaan 3D, gridding, volumetrics, dan banyak lagi. Sebuah Software yang canggih interpolasi sebuah permodelan yang mengubah data XYZ Anda ke publikasi-peta berkualitas. Surfer menyediakan metode yang lebih gridding dan kontrol yang lebih luas terutama parameter gridding, termasuk variograms yang bisa disesuaikan, support database dari paket perangkat lunak lain di pasar. Anda juga dapat menggunakan kotak file yang diperoleh dari yang lain, seperti file USGS DEM atau file jaringan ESRI. Menampilkan grid Anda sebagai peta kontur yang luar biasa, peta 3D, wireframe 3D, vektor, gambar, relief berbayang, dan peta pos. Tambahkan peta dasar dan gabungkan beberapa jenis peta untuk menciptakan tampilan yang se-informatif mungkin. Hampir semua aspek dari peta Anda dapat disesuaikan untuk menghasilkan persis presentasi yang Anda inginkan. Peta publikasi menghasilkan kualitas lebih cepat atau lebih mudah.
Beberapa Fasilitas yang sobat bisa gunakan antara lain :
-Contour Maps
-3D Surface Maps
-Image Maps
-Shaded Relief Maps
-Post Maps
-3D Wireframe Maps
-Vector Maps
-Base Maps
-Map Layers
-Stacking Maps
-Map Projections
-Customize Your Map
-Superior Gridding
-Variograms
-Faults and Breaklines
-Grid Functions
Jika teman-teman ingin menginstal pada komputer/Laptop sobat, silahkan download Softwarenya di sini:

download[4] 
Atau
 download[4] 

Untuk cara Crack Softwarenya silahkan baca di sini.

ABALONE dan BINTANG ULAR (Ophiuroidea)

KARTA JAYA | 3/16/2012 | 0 komentar |
Abalon
Abalon (berasal dari bahasa Spanyol, Abulón) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari familia Haliotidae dan genus Haliotis. Ia dikenal pula sebagai kerang mata tujuh atau siput balik batu, ormer di Jersey dan Guernsey, perlemoen di Afrika Selatan, dan pāua di Selandia Baru.
Abalon tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya hibrida).
Abalon memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Cina, Jepang, dan Korea).

Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Upakelas:
Superordo:
Ordo:
Superfamili:
Famili:
Haliotidae
Rafinesque, 1815
Genus:
Haliotis
Linnaeus, 1758
 Kerang Abalone biasa ditemukan pada daerah yang berkarang yang sekaligus dipergunakan sebagai tempat menempel. Kerang abalone bergerak dan berpindah tempat dengan menggunakan satu organ yaitu kaki. Gerakan kaki yang sangat lambat sangat memudahkan predator untuk memangsanya. Pada siang hari atau suasana terang, kerang abalone lebih cenderung bersembunyi di karang-karang dan pada suasana malam atau gelap lebih aktif melakukan gerakan berpindah tempat. Ditinjau dari segi perairan, kehidupan kerang abalone sangat dipengaruhi oleh kualitas air. Secara umum, spesies kerang abalone mempunyai toleransi terhadap suhu air yang berbeda-beda, contoh; H. kamtschatkana dapat hidup dalam air yang lebih dingin sedangkan H. asinina dapat hidup dalam air bersuhu tinggi (300C).
Penyebaran kerang abalone sangat terbatas. Tidak semua pantai yang berkarang terdapat kerang abalone. Secara umum, kerang abalone tidak ditemukan di daerah estuaria yaitu pertemuan air laut dan tawar yang biasa terjadi di muara sungai. Ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adanya air tawar sehingga fluktuasi salinitas yang sering terjadi, tingkat kekeruhan air yang lebih tinggi dan kemungkinan juga karena konsentrasi oksigen yang rendah. Kerang abalone merpakan hewan herbivore, yaitu hewan pemakan tumbuh-tumbuhan dan aktif makan pada suasana gelap. Jenis makanannya adalah seaweed yang biasa disebut makro alga. Jenis seaweed/makro alga yang tumbuh dilaut sangat beraneka ragam. Secara garis besar ada 3 golongan seaweed/makro alga yang hidup di laut, yaitu; 1) makro alga merah (Red seaweeds), 2) alga coklat (Brown seaweeds), dan 3) alga hijau (Green seaweed). Ketiga golongan tersebut terbagi atas beberapa jenis dan beraneka ragam. Keragaman tersebut tidak semuanya dapat dimanfaatkan kerang abalone sebagai makanannya.
Spesies:
Haliotis australis, Haliotis ancile, Haliotis aquatilis, Haliotis asinina, Haliotis barbouri, Haliotis brazieri, Haliotis clathrata, Haliotis coccoradiata, Haliotis sorenseni, Haliotis conicopora, Haliotis corrugata, Haliotis cracherodii, Haliotis crebrisculpta, Haliotis crebrisculpta, Haliotis cyclobates, Haliotis dalli, Haliotis discus, Haliotis dissona, Haliotis diversicolor supertexta, Haliotis diversicolor, Haliotis dohrniana, Haliotis elegans, Haliotis emmae, Haliotis ethologus, Haliotis exigua, Haliotis fatui, Haliotis fulgens, Haliotis gigantea, Haliotis glabra, Haliotis hargravesi, Haliotis howensis, Haliotis iris, Haliotis jacnensis, Haliotis kamschatkana, Haliotis kamtschatkana assimilis, Haliotis kamtschatkana kamtschatkana, Haliotis laevigata, Haliotis madaka, Haliotis mariae, Haliotis melculus, Haliotis midae, Haliotis multiperforata, Haliotis ovina, Haliotis corrugata.


Ophiuroidea
Bintang ular adalah hewan dari filum Echinodermata, yang memiliki hubungan dekat dengan bintang laut. Mereka berjalan di dasar laut dengan menggunakan lengan fleksibel mereka untuk bergerak. Bintang ular umumnya memiliki lima lengan berbentuk seperti cambuk yang panjangnya bisa mencapai 60 cm (2 kaki) pada spesimen terbesar. Ada sekitar 1.500 spesies bintang ular yang hidup sekarang, dan mereka kebanyakan ditemukan pada kedalaman lebih dari 500 meter (1.620 kaki).
Bintang ular dapat ditemukan pada perairan besar, dari kutub sampai tropis. Berdasarkan fakta, lili laut, teripang, dan bintang ular merajai dasar laut pada kedalaman lebih dari 500 meter, di seluruh dunia. Basket star biasanya terdapat di wilayah yang lebih dalam.

Seperti echinodermata lainnya, Ophiuroidea memiliki rangka dari kalsium karbonat. Bentuk tubuh bintang ular mirip dengan Asteroidea. Kelima lengan ophiuroidea menempel pada cakram pusat yang disebut calyx.Ophiuroidea memiliki lima rahang. Di belakang rahang ada kerongkongan pendek dan perut besar, serta buntu yang menempati setengah cakram. Ophiuroidea tidak memiliki usus maupun anus. Pencernaan terjadi di perut. Pertukaran udara dan ekskresi terjadi pada kantong yang disebut bursae. Umumnya ada 10 bursae.Kelamin terpisah pada kebanyakan spesies. Ophiuroidea memiliki gonad. Gamet disebar oleh bursal sacs. Sistem saraf terdiri atas cincin saraf utama yang bekerja di sekitar cakram utama. Ophiuroidea tidak memiliki mata, atau sejenisnya. Tetapi, mereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis. Baik Ophiurida maupun Euryalida memiliki lima lengan yang panjang, langsing, fleksibel, dan berbentuk seperti cambuk. Mereka dibantu dengan rangka internal yang terbuat dari kalsium karbonat.Pembuluh dari sistem vaskular air berakhir di kaki tabung. Sistem vaskular air umumnya memiliki satu madreporit. Kaki tabung tidak memiliki penghisap dan ampulla.Ophiuroidea memiliki kemampuan untuk meregenerasi kaki yang putus. Ophiuroidea menggunakan kemampuan ini untuk melarikan diri dari predator, seperti kadal, yang mampu memutuskan ekor mereka untuk membingungkan pengganggu.
Bintang ular menggunakan lengan mereka untuk bergerak. Mereka, tidak seperti bintang laut, bergantung pada kaki tabung. Bintang laut bergerak dengan menggerakan lengan mereka yang sangat fleksibel dan membuat mereka bergerak seperti ular. Pergerakan mereka mirip dengan hewan simetri bilateral.
Pernapasan dilakukan oleh 5 pasang kantong kecil yang bercelah di sekitar mulut, alat ini berhubungan dengan saluran alat reproduksi (gonad).
Alat-alat pencernaan makanan terdapat dalam bola cakram, dimulai dari mulut yang terletak di pusat tubuh kemudian lambung yang berbentuk kantong. Hewan ini tidak memiliki anus. Di sekeliling mulut terdapat rahang yang berupa 5 kelompok lempeng kapur.Makanan dipegang dengan satu atau lebih lengannya, kemudian dihentakkan dan dengan bantuan tentakel dimasukkan ke mulut. Sesudah dicerna, bahan-bahan yang tidak tercerna dibuang ke luar melalui mulutnya.
Jenis kelamin hewan ini terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular.

 
Didukung oleh : Karta Jaya Web | TIPS untuk Blogger | TIPS dan TRIK BLOG
Copyright © 2010. LautanBiru.com
Note : Semua artikel yang ada dalam blog ini, semata-mata hanya untuk
dibagikan buat sobat blogger yang membutuhkan
Template blog telah dimodifikasi dengan perubahan tampilan yang ada.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Jika ada saran/kritik, silahkan kirim e-mail ke:
Kartajaya25@gmail.com atau karta.tambunan@ymail.com